Wawasan Utama dari Laporan Perjalanan Global TGM 2025
Tren Perjalanan Asia-Pasifik 2025: Ke mana Konsumen Akan Bepergian Selanjutnya
Bagaimana wisatawan Asia Pasifik membentuk ulang pariwisata regional melalui perubahan anggaran, penemuan destinasi secara digital, dan pencarian perjalanan yang lebih bermakna.
Arah Perjalanan Asia-Pasifik di Tahun 2025
Perjalanan di Asia-Pasifik pada tahun 2025 bukan sekadar pulih, melainkan sedang didefinisikan ulang. Menurut temuan terbaru dari Wawasan Perjalanan Global 2025 TGM, wisatawan di Asia Pasifik melakukan perjalanan dengan lebih jelas, lebih tersegmentasi, dan lebih banyak tujuan. Dari destinasi yang sedang naik daun hingga gaya perjalanan lintas generasi, tahun ini menandai titik balik penting dalam cara orang menjelajahi dunia.
Ke Mana Wisatawan Asia Pasifik Bepergian di 2025 dan Bagaimana Mereka Menemukannya
Menurut Survei Perjalanan Global 2023 TGM, pariwisata Asia Pasifik lebih condong ke perjalanan domestik atau ke destinasi terdekat. Namun pada 2025, peta perjalanan regional bergeser signifikan ke Asia Tenggara, yang kini menjadi tujuan utama bagi 24% wisatawan di kawasan tersebut. Daya tariknya? Perpaduan unik antara harga yang terjangkau, kekayaan budaya, serta lanskap beragam, mulai dari pantai, kuil, hingga kuliner jalanan.
Australia dan Oseania menempati posisi kedua dengan 17%, menarik wisatawan yang mengutamakan ruang terbuka, keamanan, dan pengalaman alam yang mendalam. Kenaikan popularitas kedua wilayah ini menunjukkan preferensi yang semakin besar terhadap destinasi yang menggabungkan kenyamanan dengan kekayaan pengalaman, tempat yang terasa nyata sekaligus memuaskan.
Australia dan Oseania menempati posisi kedua dengan 17%, menarik wisatawan yang mengutamakan ruang terbuka, keamanan, dan pengalaman alam yang mendalam. Kenaikan popularitas kedua wilayah ini menunjukkan preferensi yang semakin besar terhadap destinasi yang menggabungkan kenyamanan dengan kekayaan pengalaman, tempat yang terasa nyata sekaligus memuaskan.
Namun, destinasi hanyalah sebagian dari ceritanya. Cara wisatawan merencanakan perjalanan juga telah berubah. YouTube kini menempati peringkat teratas sebagai sumber inspirasi perjalanan, dipilih oleh 25% responden di Asia Pasifik.
Hal ini menandakan perubahan yang lebih mendalam: keputusan perjalanan kini dibentuk secara visual, emosional, dan personal yang dipandu oleh video pendek, influencer, serta cerita autentik, bukan lagi sekadar iklan statis.
Hal ini menandakan perubahan yang lebih mendalam: keputusan perjalanan kini dibentuk secara visual, emosional, dan personal yang dipandu oleh video pendek, influencer, serta cerita autentik, bukan lagi sekadar iklan statis.
Mengapa Mereka Bepergian: Satu Tujuan, Banyak Cara
Di seluruh kawasan, keinginan untuk bersantai tetap menjadi motivasi utama perjalanan. Namun, “bersantai” memiliki arti yang berbeda bagi setiap kelompok usia.
Bagi wisatawan senior (55+), itu berarti kenyamanan, waktu luang, dan suasana yang familiar. Bagi Gen Z dan dewasa muda (18–34 tahun), “istirahat” justru lebih aktif. Banyak dari mereka memilih perjalanan berbasis olahraga, petualangan alam, atau perjalanan solidaritas, yang mengaburkan batas antara eksplorasi dan tujuan hidup. Bagi mereka, perjalanan bukan hanya tentang pelarian, tetapi juga tentang keterhubungan.
Bagi wisatawan senior (55+), itu berarti kenyamanan, waktu luang, dan suasana yang familiar. Bagi Gen Z dan dewasa muda (18–34 tahun), “istirahat” justru lebih aktif. Banyak dari mereka memilih perjalanan berbasis olahraga, petualangan alam, atau perjalanan solidaritas, yang mengaburkan batas antara eksplorasi dan tujuan hidup. Bagi mereka, perjalanan bukan hanya tentang pelarian, tetapi juga tentang keterhubungan.
Perbedaan pola pikir ini juga terlihat pada pilihan akomodasi. Wisatawan berusia 18–24 tahun dan 55+ cenderung memilih penginapan ramah anggaran, meskipun alasannya berbeda: kemandirian dan fleksibilitas bagi yang muda, kesederhanaan dan nilai ekonomis bagi kelompok yang lebih tua. Sebaliknya, mereka yang berusia 25–44 tahun lebih suka menginap di hotel berbintang 3 hingga 5, karena kenyamanan dianggap sebagai bagian penting dari pengalaman, bukan sekadar kemewahan.
Lalu, apa yang dilakukan wisatawan setelah tiba di destinasi? Pada 2025, belanja menjadi aktivitas perjalanan utama melampaui aktivitas lainnya di Asia Pasifik, yang menandakan evolusi yang pelan tapi pasti dalam kebiasaan berwisata. Baik di pusat perbelanjaan modern maupun pasar lokal, belanja kini menyatukan konsumsi dengan rasa ingin tahu budaya. Meski begitu, liburan pantai, wisata kuliner, dan pengalaman budaya tetap diminati, terutama oleh wisatawan yang mencari sesuatu lebih dari sekadar hiburan permukaan.
Lalu, apa yang dilakukan wisatawan setelah tiba di destinasi? Pada 2025, belanja menjadi aktivitas perjalanan utama melampaui aktivitas lainnya di Asia Pasifik, yang menandakan evolusi yang pelan tapi pasti dalam kebiasaan berwisata. Baik di pusat perbelanjaan modern maupun pasar lokal, belanja kini menyatukan konsumsi dengan rasa ingin tahu budaya. Meski begitu, liburan pantai, wisata kuliner, dan pengalaman budaya tetap diminati, terutama oleh wisatawan yang mencari sesuatu lebih dari sekadar hiburan permukaan.
Langkah Selanjutnya untuk Pariwisata Asia Pasifik
Kebangkitan perjalanan di Asia Pasifik sedang berlangsung. Namun, yang mendefinisikan momentum ini bukanlah jumlah perjalanan, melainkan keragamannya.
Dari backpacker solo Gen Z, hingga pensiunan pencari kenyamanan paruh baya yang terinspirasi secara digital, para wisatawan saat ini bergerak secara sejajar namun ke berbagai arah. Bagi maskapai, dewan pariwisata, dan merek, ini bukanlah tantangan, melainkan peluang untuk menemui orang-orang di titik kebutuhan mereka, serta memberikan pengalaman yang mungkin belum mereka sadari mereka butuhkan.
Di kawasan yang dibentuk oleh kontras, budaya, dan kreativitas, masa depan pariwisata bukan hanya soal pergi lebih jauh, tapi juga bepergian dengan makna yang lebih dalam.
Ingin perspektif yang lebih luas? Lihat bagaimana wisatawan Eropa menemukan inspirasi perjalanan, bagaimana wisatawan Amerika Latin memilih tempat menginap, dan bagaimana wisatawan Timur Tengah dan Afrika Utara semakin mengutamakan kemandirian dalam perencanaan mereka.
Dari backpacker solo Gen Z, hingga pensiunan pencari kenyamanan paruh baya yang terinspirasi secara digital, para wisatawan saat ini bergerak secara sejajar namun ke berbagai arah. Bagi maskapai, dewan pariwisata, dan merek, ini bukanlah tantangan, melainkan peluang untuk menemui orang-orang di titik kebutuhan mereka, serta memberikan pengalaman yang mungkin belum mereka sadari mereka butuhkan.
Di kawasan yang dibentuk oleh kontras, budaya, dan kreativitas, masa depan pariwisata bukan hanya soal pergi lebih jauh, tapi juga bepergian dengan makna yang lebih dalam.
Ingin perspektif yang lebih luas? Lihat bagaimana wisatawan Eropa menemukan inspirasi perjalanan, bagaimana wisatawan Amerika Latin memilih tempat menginap, dan bagaimana wisatawan Timur Tengah dan Afrika Utara semakin mengutamakan kemandirian dalam perencanaan mereka.
Panduan Anda untuk Sukses di Pariwisata Global
Unduh laporan lengkap Wawasan Perjalanan Global 2025 TGM untuk mengeksplorasi tren perjalanan regional, jenis perjalanan baru yang sedang berkembang, serta strategi untuk tetap unggul di lanskap pariwisata yang terus berkembang.